Popular Posts
-
1.1 LATAR BELAKANG PT. Putra Tunas Megah merupakan perusahaan swasta yang menghasilkan produk berupa mesin-mesin yang diperluka...
-
Tugas, Wewenang dan Tanggung Jawab Project Manager Project manager adalah seorang yang diberikan tanggung jawab untuk memimpin tim pro...
-
rumah gadang-rumah khas minang Minangkabau atau yang lebih dikenal dengan Minang adalah salah sat...
-
Hukuman dan imbalan, hal ini merupakan strategi manajerial yang semakin banyak digunakan. Beberapa factor yang berhubungan dengan pekerjaa...
-
PT. Putra Tunas Megah merupakan perusahaan swasta yang menghasilkan produk berupa mesin-mesin yang diperlukan pabrik kelapa sawit (PKS) s...
-
Penggunaan Bahasa Indonesia Secara Baik dan Benar Bahasa Indonesia yang baik adalah bahasa Indonesia yang digunakan sesuai dengan norm...
-
Budaya organisasi pada hakikatnya merupakan pondasi suatu organisasi, jika pondasi yang dibuat tidak cukup kokoh, maka betapapun bagusnya ...
-
Ilmu sosial adalah ilmu yang mencakup segala aspek dalam kehidupan dimulai dari sifat individu, intera...
-
Akhir-akhir ini seringkali terdengar sebuah istilah yang tentunya sangat asing bagi kita tetapi kita sering sekali melakukan aktivitas it...
-
Namun, 'penyelamatan' BlackBerry harus berujung dengan dilengserkannya Thorstein Heins dari jabatan CEO. Sebagai gantinya, BlackB...
Top Links
About Me
- vanny yolanda
- vanny | a mom | independent | democracy | wear Hijab | and builder of dreams
Categories
Followers
Sebuah
semboyan yang mengatakan buku adalah
jendela dunia. Dari kalimat itu pun kita dapat
menyimpulkan betapa hebat
benda yang bernama buku. Suatu benda yang menyimpan begitu banyak keajaiban. Dari
buku kita dapat melihat dunia, dari buku kita dapat mengelilingi dunia, dan dari
buku kita dapat menemukan dunia yang lain.
Tetapi
di zaman yang penuh dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat, buku sedikit
terasingkan. Sebelumnya, saat smartphone masih terbilang barang tersier, orang belajar
dari buku, mencari informasi dan berbagai referensi dari buku, tapi kini cukup
dengan membuka gadget/smartphone semua bisa didapat dengan mudah dan murah.
Dulu
saat dimana anak sedang menghabiskan sedikit waktu luang, mereka membuka buku,
setidaknya buku cerita. Tapi kini mereka menghabiskan banyak waktu luang dengan
memainkan gadget/smartphone mereka hanya untuk bermain game atau berselancar di
jejaring sosial.
Sebagian
orang lebih memilih untuk mencari berbagai referensi/informasi di dunia maya
adalah dikarenakan efisien, murah, dan tidak terlalu memberatkan karena tidak
harus membawa beban yang lebih. Tetapi tidak dapat dipungkiri masih banyak
orang yang rela menyisihkan uang untuk membeli buku. Karena menurut mereka yang
menghargai ilmu, ilmu itu mahal, dan wajar untuk mengeluarkan sedikit budget
untuk membeli buku, membeli investasi yang menjanjikan.
Jadi,
mari tetap budayakan baca.
Labels:
Bahasa Indonesia
Sebuah Benda yang Bernama Buku
Sebuah
semboyan yang mengatakan buku adalah
jendela dunia. Dari kalimat itu pun kita dapat
menyimpulkan betapa hebat
benda yang bernama buku. Suatu benda yang menyimpan begitu banyak keajaiban. Dari
buku kita dapat melihat dunia, dari buku kita dapat mengelilingi dunia, dan dari
buku kita dapat menemukan dunia yang lain.
Tetapi
di zaman yang penuh dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat, buku sedikit
terasingkan. Sebelumnya, saat smartphone masih terbilang barang tersier, orang belajar
dari buku, mencari informasi dan berbagai referensi dari buku, tapi kini cukup
dengan membuka gadget/smartphone semua bisa didapat dengan mudah dan murah.
Dulu
saat dimana anak sedang menghabiskan sedikit waktu luang, mereka membuka buku,
setidaknya buku cerita. Tapi kini mereka menghabiskan banyak waktu luang dengan
memainkan gadget/smartphone mereka hanya untuk bermain game atau berselancar di
jejaring sosial.
Sebagian
orang lebih memilih untuk mencari berbagai referensi/informasi di dunia maya
adalah dikarenakan efisien, murah, dan tidak terlalu memberatkan karena tidak
harus membawa beban yang lebih. Tetapi tidak dapat dipungkiri masih banyak
orang yang rela menyisihkan uang untuk membeli buku. Karena menurut mereka yang
menghargai ilmu, ilmu itu mahal, dan wajar untuk mengeluarkan sedikit budget
untuk membeli buku, membeli investasi yang menjanjikan.
Jadi,
mari tetap budayakan baca.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)