Popular Posts
-
1.1 LATAR BELAKANG PT. Putra Tunas Megah merupakan perusahaan swasta yang menghasilkan produk berupa mesin-mesin yang diperluka...
-
Tugas, Wewenang dan Tanggung Jawab Project Manager Project manager adalah seorang yang diberikan tanggung jawab untuk memimpin tim pro...
-
Hukuman dan imbalan, hal ini merupakan strategi manajerial yang semakin banyak digunakan. Beberapa factor yang berhubungan dengan pekerjaa...
-
rumah gadang-rumah khas minang Minangkabau atau yang lebih dikenal dengan Minang adalah salah sat...
-
Ilmu sosial adalah ilmu yang mencakup segala aspek dalam kehidupan dimulai dari sifat individu, intera...
-
PT. Putra Tunas Megah merupakan perusahaan swasta yang menghasilkan produk berupa mesin-mesin yang diperlukan pabrik kelapa sawit (PKS) s...
-
Budaya organisasi pada hakikatnya merupakan pondasi suatu organisasi, jika pondasi yang dibuat tidak cukup kokoh, maka betapapun bagusnya ...
-
Keluarga ideal adalah keluarga berencana yaitu suami, istri, dan dua anak, tapi bagi saya, itu adalah ...
-
Organisasi adalah sekelompok masyarakat yang saling bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Dan komunikasi adalah perekat yang ...
-
Penggunaan Bahasa Indonesia Secara Baik dan Benar Bahasa Indonesia yang baik adalah bahasa Indonesia yang digunakan sesuai dengan norm...
Blog Archive
-
▼
2013
(29)
-
▼
Desember
(11)
- Kontradiksi Pengguna Internet di Indonesia: Jumlah...
- Pejabat Nokia Ungkapkan Kekecewaan terhadap Minimn...
- 16 Minggu Belajar Coding, Tunawisma Berhasil Buat ...
- Samsung Garap Smartphone Tenaga Surya
- Cepat Atau Lambat, Nawala Akan Stop Blokir Konten
- Nokia Ternyata Sudah Sempat Produksi Smartphone An...
- Axioo & Polytron Bikin Smartphone 'Made in Indonesia'
- 3 Fitur BBM Terbaru Siap Singgahi Android dan iOS
- Hampir Semua Aplikasi Berbayar Populer di Android ...
- Pengakuan Mengejutkan Pembuat Android Soal iPhone
- Kalimat Efektif
-
▼
Desember
(11)
About Me
- vanny yolanda
- vanny | a mom | independent | democracy | wear Hijab | and builder of dreams
Followers
Indonesia memang
negeri yang cukup aneh, dalam hal ini adalah penggunaan internet. Masyarakat
Indonesia memiliki minat yang tinggi untuk browsing di internet. Sayangnya, hal
tersebut tidak didukung dengan infrastruktur yang mumpuni.
Dalam sebuah survei
terbaru yang dilakukan Nielsen, terungkap bahwa Indonesia menjadi pengguna
internet dari perangkat mobile tertinggi di Asia. Dari total 55 juta pengguna,
48 persen di antaranya mengakses dari perangkat mobile. Jumlah tersebut
mengalahkan Thailand dan Singapura.
Di sisi lain, dari
data milik Akamai beberapa waktu lalu, Indonesia menjadi negara dengan
kecepatan internet paling lelet di Asia. Bayangkan saja, kecepatan rata-rata
internet di Indonesia hanya 0.8Mbps. Kecepatan tersebut jauh di bawah kecepatan
rata-rata dunia yang mencapai 3Mbps.
Dari segi jangkauan
fiber optik, Indonesia pun jauh tertinggal dibandingkan negara ASEAN lain,
bahkan termasuk yang paling rendah. Berdasarkan data tahun 2010, prosentase
fiber optik di Indonesia hanya 2.8 persen. Padahal Singapura sudah mencapai
82.9 persen, Malaysia 22.6 persen dan Vietnam 16.5 persen.
Biznet yang merupakan
salah satu provider internet terkemuka di Indonesia pun berencana untuk
menambah jaringan hingga 10 kilometer pada 2012 ini. Hingga tahun 2011, mereka
telah memiliki total 2500 kilometer fiber optik.
Pemerintah pun
sebenarnya telah berupaya untuk meningkatkan fasilitas. Salah satunya adalah
pemerintah kota Bandung ingin menjadi cyber city. Pihak pemerintah kota Bandung
pun berusaha untuk membangun RW Net yang akan memberikan layanan hotspot secara
gratis kepada masyarakat. Program ini menurut rencana akan rampung pada 2013.
Permasalahan tidak
berhenti di situ. Sebagian besar pengguna internet di Indonesia adalah kalangan
remaja. Dirjen Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika (SDPP) Kemenkominfo
Budi Setiawan mengatakan bahwa kebanyakan yang mengakses internet di Indonesia
berusia antara 15-20 tahun. Selain itu usia 10-14 tahun adalah yang paling
dominan.
Tanggapan
Keputusan pemda
Bandung sebaiknya cepat direalisasi dan bukan hanya sekedar wacana belaka. Kita
setuju bahwa penggunaan internet di Indonesia berkembang cepat dan jauh,
masyarakat semakin merasakan akan kemudahan yang mereka dapatkan ketika mereka
ber-surfing di dunia maya. Tetapi kenyamanan akan kemudahan tersebut tidak
didukung dengan koneksi yang membuat kecepatan internet melambat. Dikarenakan banyaknya
pengguna tidak sebanding dengan koneksi yang tersebar. Akan bagus jika
provider-provider di Indonesia menambah dan memperluas jaringannya untuk
mendukung kenyamanan para peselancar dalam menjelajah dunia maya.
Source
Labels:
Bahasa Indonesia
Kontradiksi Pengguna Internet di Indonesia: Jumlah Pengguna Meningkat Meningkat, Kecepatan Anjlok
Indonesia memang
negeri yang cukup aneh, dalam hal ini adalah penggunaan internet. Masyarakat
Indonesia memiliki minat yang tinggi untuk browsing di internet. Sayangnya, hal
tersebut tidak didukung dengan infrastruktur yang mumpuni.
Dalam sebuah survei
terbaru yang dilakukan Nielsen, terungkap bahwa Indonesia menjadi pengguna
internet dari perangkat mobile tertinggi di Asia. Dari total 55 juta pengguna,
48 persen di antaranya mengakses dari perangkat mobile. Jumlah tersebut
mengalahkan Thailand dan Singapura.
Di sisi lain, dari
data milik Akamai beberapa waktu lalu, Indonesia menjadi negara dengan
kecepatan internet paling lelet di Asia. Bayangkan saja, kecepatan rata-rata
internet di Indonesia hanya 0.8Mbps. Kecepatan tersebut jauh di bawah kecepatan
rata-rata dunia yang mencapai 3Mbps.
Dari segi jangkauan
fiber optik, Indonesia pun jauh tertinggal dibandingkan negara ASEAN lain,
bahkan termasuk yang paling rendah. Berdasarkan data tahun 2010, prosentase
fiber optik di Indonesia hanya 2.8 persen. Padahal Singapura sudah mencapai
82.9 persen, Malaysia 22.6 persen dan Vietnam 16.5 persen.
Biznet yang merupakan
salah satu provider internet terkemuka di Indonesia pun berencana untuk
menambah jaringan hingga 10 kilometer pada 2012 ini. Hingga tahun 2011, mereka
telah memiliki total 2500 kilometer fiber optik.
Pemerintah pun
sebenarnya telah berupaya untuk meningkatkan fasilitas. Salah satunya adalah
pemerintah kota Bandung ingin menjadi cyber city. Pihak pemerintah kota Bandung
pun berusaha untuk membangun RW Net yang akan memberikan layanan hotspot secara
gratis kepada masyarakat. Program ini menurut rencana akan rampung pada 2013.
Permasalahan tidak
berhenti di situ. Sebagian besar pengguna internet di Indonesia adalah kalangan
remaja. Dirjen Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika (SDPP) Kemenkominfo
Budi Setiawan mengatakan bahwa kebanyakan yang mengakses internet di Indonesia
berusia antara 15-20 tahun. Selain itu usia 10-14 tahun adalah yang paling
dominan.
Tanggapan
Keputusan pemda
Bandung sebaiknya cepat direalisasi dan bukan hanya sekedar wacana belaka. Kita
setuju bahwa penggunaan internet di Indonesia berkembang cepat dan jauh,
masyarakat semakin merasakan akan kemudahan yang mereka dapatkan ketika mereka
ber-surfing di dunia maya. Tetapi kenyamanan akan kemudahan tersebut tidak
didukung dengan koneksi yang membuat kecepatan internet melambat. Dikarenakan banyaknya
pengguna tidak sebanding dengan koneksi yang tersebar. Akan bagus jika
provider-provider di Indonesia menambah dan memperluas jaringannya untuk
mendukung kenyamanan para peselancar dalam menjelajah dunia maya.
Source
Langganan:
Posting Komentar (Atom)