Liputan6.com, Sebuah penelitian mengungkapkan, sekitar 78% dari 100 aplikasi
berbayar di Android dan iOS telah disusupi hacker. Bahkan, nyaris 100% dari
aplikasi berbayar yang populer di Android dan 56% dari 100 aplikasi berbayar
populer di iOS dinyatakan berbahaya.
Mengapa angkanya
begitu tinggi? Menurut perusahaan software keamanan Arxan Technologies, jumlah
itu sebenarnya turun 36% dari angka yang diterbitkan tahun lalu. Di samping itu hacker juga menargetkan aplikasi gratis.
Menurut Telegraph, sepanjang tahun 2013,
sekitar 73% aplikasi gratis Android dan 53% aplikasi gratis iOS ternyata telah
diusili. Tahun lalu, Arxan menemukan 80% aplikasi Android dan 40% dari aplikasi
iOS dinyatakan berbahaya.
Masih menurut
Arxan, meluasnya penggunaan aplikasi bajakan diklaim dapat merugikan pengguna
maupun perusahaan. Pasalnya banyak smartphone dan tablet digunakan di tempat kerja
dan di rumah.
Bahkan aplikasi mobile bajakan disinyalir dapat menghilangkan
keuntungan besar, pencurian data penting, pencurian hak intelektual, penipuan,
dan merusak brand
image perusahaan.
"Tak hanya IP software berbayar yang rentan terhadap
pembajakan, aplikasi yang tidak dilindungi juga rentan terhadap gangguan,"
kata Kevin Morgan, kepala kantor teknologi Arxan.
Morgan menyebut,
melalui penyebaran malware atau decompiling dan reverse
engineering, hacker dapat
menganalisis kode dan merusak sistem keamanan untuk masuk ke data perusahaan
yang sensitif.
Bahkan aplikasi
finansial juga beresiko, karena data penting seperti nomor rekening bank dan password mudah dicuri. Arxan menemukan,
53% dari aplikasi finansial Android diketahui telah diretas, sementara aplikasi
finansial iOS hanya 23%.
Hal ini juga
sempat menimpa BlackBerry, yang awal tahun lalu menunda peluncuran aplikasi
BlackBerry Messenger (BBM) untuk Android dan iOS karena BBM versi bajakan
banyak muncul di internet. (isk/dew)
Tanggapan
Alangkah
bijaknya jika Google menerapkan standarisasi tinggi mencangkup tingkat keamanan
untuk aplikasi-aplikasi yang akan masuk apalagi yang berisiko tinggi dari segi
finansial. Apalagi ini adalah aplikasi berbayar. Jika demikian maka paling
tidak pengguan/users akan merasa terjaga keamanan privasinya dari cybercrime.
Dan diharapkan kepada pengguna untuk lebih berhati-hati terhadap
aplikasi-aplikasi yang ada, paling tidak terlebih dahulu melihat-lihat review
dari pengguna yang sudah-sudah.
Source