Masa
anak-anak adalah masa dimana anak berkembang menuju masa remaja, masa dimana
anak melakukan segala hal yang ia inginkan, masa dimana ia meluangkan begitu
banyak pikirannya untuk memahami segala hal yang baru ia lihat, masa dimana ia
menikmati kerajaannya, kerajaan yang ia bangun.
Salah satu puisi
terbaik Kahlil Gibran yang berjudul “Anak”
Pada mereka engkau dapat memberikan cintamu, tapi bukan
pikiranmu, karena mereka memiliki pikiran mereka sendiri
Engkau bisa menjadi seperti mereka, tapi jangan coba menjadikan
mereka sepertimu, karena hidup tidak berjalan mundur dan tidak pula berada di
masa lalu
Dari
kutipan-kutipan puisi itu pun kita dapat menggambarkan betapa indah dan
bebasnya dunia anak. Dunia yang jujur, apa adanya. Mereka mencoba mengerti dan
mempelajari semua yang mereka lihat, mereka dengar, tanpa mereka tahu semua hal
itu baik untuk mereka atau tidak. Yang mereka tahu adalah mereka bermain untuk
hari ini dan bahagia menunggu hari esok, menghadapi berbagai hal baru.
Dan
kini ketika banyak kasus yang mulai tampak tentang eksploitasi dan berbagai
perbuatan keji lainnya, bagaikan mimpi buruk di kerajaan mereka yang tenang. Dimana
seharusnya orang-orang dewasa yang ada disekitarnya mendukung dan membimbing
mereka tumbuh menjadi apa yang mereka inginkan, pupus seketika, bukan ikut mendukung
apa yang mereka inginkan tetapi ikut menghancurkan apa yang mereka inginkan. Semua
karena kebiadaban seseorang yang harusnya mereka hormati bahkan dapat menjadi
panutan bagi mereka.
Biarkan
mereka tenang menikmati kejayaannya, mereka hanya dapat menjalaninya saat ini,
dan tidak mungkin untuk mengulang. Jadi beberapa tahun kemudian ketika suatu
saat mereka merasa begitu penat dan januh dengan segala aktivitas dan keadaan yang
sedang mereka hadapi, mereka dapat berhenti sejenak dari rutinitas itu, dan
kembali melihat kebelakang. Melihat ke kerajaannya terdahulu. Kerajaan yang tidak pernah mati.
Referensi
Araska. 2010. Sihir Cinta Kahlil Gibran. Yogyakarta: Araska Publisher
Referensi
Araska. 2010. Sihir Cinta Kahlil Gibran. Yogyakarta: Araska Publisher