Liputan6.com,
Jakarta : Dengan berkembangnya dunia teknologi
dan internet, berbagai informasi dapat diserap dengan mudah dan cepat. Namun
tak semua hal positif ada di internet, tak sedikit konten negatif yang
berseliweran di dunia maya dan dapat diakses dengan mudah oleh siapa pun.
Di Indonesia, filtering atau pemblokiran situs internet
dilakukan pihak Kementrian Komunikasi dan Indormasi (Kominfo) dengan dukungan
pihak ketiga, yaitu yayasan Nawala Nusantara sebagai penyedia domain name server (DNS) Nawala.
Meski begitu,
Executive Director Yayasan Nawala Nusantara M. Yamin El Rust menjelaskan bahwa
program filtering situs internet yang saat ini mereka
jalankan tidaklah bersifat berkepanjangan. Sifatnya hanya sementara, dan
diharapkan untuk ke depannya para pengguna internet di Indonesia sudah
teredukasi dan dapat memilah-milah sendiri situs mana yang layak mereka akses.
"Nawala
tidak akan seterusnya mengawal pengguna internet Indonesia. Dalam empat tahun
ke depan mungkin kami akan stop filtering.
Mulai saat ini hingga empat tahun ke depan, pemerintah harus gencar mengedukasi
para pengguna internet agar nantinya mereka dapat secara sadar memilih
konten-konten yang layak atau tidak layak diakses," jelas Yamin.
Yamin
menambahkan, edukasi penggunaan internet yang terefektif adalah dimulai dari
lingkup keluarga. "Peran keluarga jauh lebih efektif dibandingkan
cara-cara pembatasan akses konten seperti yang sekarang ini kita terapkan.
Orangtua harus mulai mengedukasi anak-anaknya dalam perilaku berinternet.
Banyak hal yang bisa dimulai dari rumah, karena sistem pemberian pengertian
lebih manjur dibandingkan dipaksa."
Pemblokiran
sejumlah konten situs internet adalah salah satu bentuk pengontrolan informasi
yang memunculkan isu pembatasan kebebasan berekspresi. Namun, tindakan ini
masih dianggap perlu di Indonesia mengingat para pengguna internetnya dinilai
masih belum mempergunakannya secara bijaksana. (dhi)
Tanggapan
Berkembangnya teknologi
saat ini tidaklah selalu berdampak positif, dengan segala kemudahan yang
ditimbulkan dari internet, ada saja sebagian pihak yang menyalahgunakan
penggunaannya. Disini tindakan Nawala sebagai salah satu penyedia domain name
server di Indonesia sangat bijak. Tapi kembali seperti yang dikatakan
sebelumnya, Nawala tidak akan bisa seterusnya mengawal atau mencegah segala
konten-konten negatif yang ada di internet, perkembangan teknologi begitu cepat
dan pesat, dan bisa dibilang bahwa ini adalah langkah dalam sosialisasi dini
mengingat begitu maraknya situs yang tidak teredukasi dan patut
diperhatikan, jadi pada dasarnya semua
akan kembali ke pribadi pengguna, sebijak apa kita mampu memanfaatkan segala
kemudahan teknologi saat ini.
Source